Malam hari di hari pertama kita ke Helsinki langsung diajak berlayar ke pulau kecil lokasi Fortress of Suomenlinna. Kebetulan teman kita di Helsinki punya private boat jadi kita ke pulau dengan boat dia. Beli makanan dan minuman lalu berangkat ke port. Tapi katanya kalau ingin kesana ada regular small boat dari Market Square dengan harga tiket 7 euro, bahkan di hari Sabtu ada pasar kaget yang bisa dinikmati sambil menunggu small boat ke pulau.

Suhu di boat dingin banget, sampai kita harus pake 3 jaket untuk mastiin ga ada yang freezing selama trip ke pulau. Dan asiknya Martti, teman kita ngajarin teknik dasar berlayar. Mulai bagaimana mengemudikan boat-nya lalu mengendalikan layar sesuai angin laut. Cukup 5 menit tampaknya saya udah bisa mengendalikan kapal hingga merapat ke pulau tujuan kita.

Sampai di pulau kita makan dulu, sambil ngobrol di dalam boat. Lalu setelah beres baru kita keluar untuk sedikit berkeliling pulau. Sayangnya karena sudah malam fortress nggak tampak terlalu jelas, tapi dengan sinar lampu suasana jadi sedikit berbeda. Tidak ada pengunjung lain yang kita temui di pulau itu kecuali security yang datang karena tidak biasanya orang datang di malam hari.
Sambil berkeliling Martti sedikit bercerita bagaimana pulau itu punya sejarah dari dibangun pada jaman penjajahan Swedia hingga mempertahankan Finlandia dari Rusia. Di pulau itu masih tampak beberapa meriam canon yang menghadap ke pantai.
Karena cuaca kurang bersahabat, hujan mulai turun dan suhu makin dingin, kita cuma sekitar 20 menit berkeliling pulau dan langsung kembali ke boat dan balik ke Helsinki. Nah selama perjalanan balik ini yang seru, karena mesin boat dimatikan dan mengandalkan angin untuk menggerakkan kapal. Beberapa manuver yang pas diajarkan bagaimana mengontrol layar untuk bisa menangkap angin. Sesampai di Helsinki kita langsung balik ke hotel, dan tidur karena ini hari pertama kita dan kita masih kurang tidur setelah perjalanan panjang dari Indonesia.
Next post rencananya nulis tentang hari kedua yang kebanyakan di kantor Blaast dan hujan seharian penuh yang bikin cuaca makin ekstrim.

Hari pertama di Helsinki sangat berbeda buat kita anak-anak @BlaastDevID yang ikut dalam #eurotrip kali ini. Kehidupan kota yang sangat kontrast bila dibandingkan dengan Bandung, apalagi Jakarta. Helsinki sangatlah tenang, rapi, dan semuanya tampak teratur dengan baik,
Setelah checkin di Hotel Finn kita jalan kaki ke pantai untuk sarapan. Cuaca yang sangat kebetulan, matahari bersinar cerah setelah beberapa hari belakangan selalu hujan. Tapi walaupun cerah, kita masih butuh adaptasi dengan suhu udara yang berada di kisaran 8-9 celcius. Kita sarapan di Cafe Carausel yang lokasinya sangat menarik karena berada di pinggir pantai.

Beres sarapan kita kembali ke hotel sambil berjalan kaki tapi mencoba berkeliling kota Helsinki untuk melihat-lihat taman dan bangunan yang tampak menarik di musim gugur saat ini. Taman kota yang sangat rapi sepertinya sangat menarik di musim panas, tapi di musim gugur seperti sekarang juga cukup menarik.



Setelah puas melihat taman kota sebenarnya, yang tidak bisa kita temukan Indonesia akhirnya kita kembali ke hotel. Sambil berjalan kaki ke hotel yang membutuhkan waktu sekitar 20 menit, anak-anak @BlaastDevID sangat menikmati arsitektur dan tata kota yang ditata dengan sangat baik. Bahkan sangat jarang kita temukan bilboard besar yang merusak pemandangan kota. Menurut Martti, salah satu teman kami yang tinggal di Helsinki, segala sesuatu yang ingin di bangun di kota harus melalui approval arsitektur kota yang memang dipegang oleh arsitek beneran, bukan pegawai negeri yang mungkin cukup diberi amplop langsung bisa ngasih ijin membangun.



Kota yang merupakan termahal ke 7 biaya hidupnya di dunia ini sepertinya sangat aman, hampir seperti di Singapura. Tapi sangat jarang imigran di Helsinki, sehingga mereka tampaknya sangat percaya satu sama lain. Bahkan naik trem pun tidak memiliki petugas untuk menagih ongkos, tapi kita harus beli via sms atau dengan pass card yang bisa digunakan di dalam trem. Bahkan misalnya kita curang, bisa aja kita naik gratis tampa bayar. Satu lagi yang menarik, Helsinki adalah kota yang sangat bike friendly. Bike lane ada dimana-mana, parkir sepeda bisa dimana aja tanpa khawatir ada satpam yang menegur dan meminta untuk parkir di basement. Dan bahkan orang-orang di Helsinki bersepeda sambil menggunakan jas, high heels, atau pakaian kantor mereka.
Mungkin segitu dulu cerita aktifitas siang hari di Helsinki. Di post berikutnya saya akan cerita tentang pengalaman kita berlayar ke pulau kecil di Helsinki yang merupakan bekas benteng pertahanan Finlandia.

Hari pertama di Helsinki, Finlandia dan posting ini menjadi pembuka cerita selama #eurotrip bersama teman-teman @blaastdevid. Perjalanan ini sebenarnya merupakan semacam #geektrip dimana Blaast mengajak para ambassador dari Blaast dan pemenang kompetisi Blaast di Indonesia.
Petualangan dimulai dari Cengkareng dengan menggunakan pesawat KLM yang berangkat pukul 18.50 WIB. Penerbangan tepat waktu dengan tujuan pertama ada Kuala Lumpur, Malaysia. Kita transit selama kurang lebih satu setengah jam dan penerbangan lanjut ke Amsterdam, Belanda. Penerbangan ke Amsterdam membutuhkan waktu kurang lebih 12 jam, dan waktu ini saya habiskan untuk menonton film Hangover 2 dan Green Lantern yang tersedia di layar belakang kursi penumpang. Sisanya saya habiskan untuk tidur selama penerbangan.
Yang agak bermasalah adalah saat transit di Amsterdam. Kita cuma punya waktu kurang dari 1 jam untuk berpindah pesawat. Masalahnya adalah gate kedatangan dan gate keberangkatan ke Finlandia letaknya dari ujung bandara Schipol ke ujung satunya. Dan karena kebanyakan mengambil gambar kita tidak menyangka bahwa antrian di imigrasi akan memakan waktu. Hasilnya kita berlari-lari mengejar pesawat yang sudah status gate closing dan kita menjadi penumpang terakhir yang masuk. Tapi syukurlah semuanya lancar dan tidak ada yang ketinggalan pesawat. Jadi tips pertama, jangan pernah kebanyakan mengambil gambar kalau waktu transit anda hanya kurang dari sejam. Karena imigrasi bisa butuh waktu lebih banyak dari yang kita duga.
Dan akhirnya sampailah kita di Helsinki, kota pertama tujuan dari trip kita ini yang menghabiskan waktu 2 jam lebih penerbangan dari Amsterdam. Menggunakan Taksi ukuran super besar yang cukup menampung kita ber-8 kita langsung menuju Hotel Finn http://www.hotellifinn.fi/ yang berlokasi strategis karena berada di tengah kota. Rate hotel berada di kisaran 59 euro per malam.

Hari pertama disambut dengan suhu kisaran 9 celcius dengan matahari yang lumayan terik. Satu jaket dengan scarf tampaknya cukup untuk melawan cuaca di hari pertama. Posting berikutnya akan saya tuliskan kegiatan kami selama di Helsinki.




