#Day 4: Tallin Old City, The European Capital of Culture

Hari keempat dari #eurotrip dan juga hari terakhir di Tallin, Estonia kami habiskan berkeliling kota tua Estonia dipagi hari. Karena ferry yang akan membawa kami kembali ke Helsinki akan berangkat jam 11 siang maka jam 8.30 pagi setelah sarapan kita langsung meninggalkan hotel menuju kota tua.

Kota tua ini sebenarnya malam sebelumnya sudah kami lewati sepulang makan malam di Greek restaurant. Tapi kami ingin mencoba menikmati kota tua Tallin pada saat terang. Berjalan kaki dari hotel cuma memakan waktu 15 menit untuk sampai di kota tua. Sesampai dikota tua, ternyata toko-toko sebagian besar masih tutup. kami memutuskan berkeliling sambil mengambil foto-foto jalan dan gedung di kota tua itu.

Kota tua Tallin memang sangat terasa Eropa-nya. Karena arsitektur gedung yang masih dipertahankan dan juga jalan-jalan yang masih menggunakan blok-blok beton. Suasana kota di pagi hari yang sepi juga menambah suasana di kota itu tampak sangat nyaman. Jalan-jalan yang bersih dan masih bagus membuat betah kami untuk menelusuri jalan-jalan yang membelah kota tua. Sangat kontras bila dibandingkan dengan jalan Braga di Bandung yang jalannya juga dari blok-blok beton dan gedung-gedung Belanda yang beberapa masih bertahan. Di Braga, jalanannya sudah rusak dan bolong-bolong. Belum lagi beberapa sampah yang kadang mudah kita jumpai di pinggir jalan atau trotoar jalan Braga.

Kami melewati town square yang semalam kami lewati juga. Suasana berbeda pada saat terang namun tampaknya lebih menarik di malam hari. Kami tidak bisa berlama-lama menikmati suatu spot di kota tua karena waktu yang terbatas. Kami pun berpindah dari spot satu ke spot yang lain sambil mengambil beberapa foto gedung dan bangunan sepanjang jalan yang kita lewati.

Akhirnya mendekati jalan keluar kota tua, kami menemukan toko souvenir yang baru buka. Kami langsung masuk dan memilih beberapa souvenir untuk oleh-oleh. Harganya lumayan mahal karena lokasinya di dalam toko tua yang memang menjadi pusat kunjungan para turis.

Selesai berbelanja souvenir ternyata hujan mulai turun. Akhirnya hanya menggunakan jaket, kami berjalan menuju pasar yang katanya banyak menjual barang-barang lokal. Lokasi pasar ini berada di dekat stasiun kereta. Sesampai kita di stasiun kereta ternyata hujan makin deras. Dan melihat kondisi tersebut dan waktu yang sangat mepet, maka kami memutuskan untuk segera kembali ke hotel.

Sambil berjalan kaki ternyata hujan makin deras. Ditengah suhu udara yang sangat dingin berkisar 5-10 derajat celcius, kami berjalan dibawah hujan. Sepatu saya pun mulai basah dan mulai merasakan dingin menjalar di jari-jari kaki. Akhirnya perjalanan dibawah hujan sekitar 20 menit berakhir di hotel. Sepatu dan kaos kaki saya basah dan celakanya saya tidak membawa sepatu ataupun kaoskaki cadangan ke Tallin. Akhirnya sepatu tetap saya gunakan walaupun basah pada saat naik ke ferry yang akan membawa kita pulang ke Helsinki.

Selama perjalanan di ferry ke Helsinki, saya melepas kaos kaki dan sepatu. Dan berjalan-jalan di kapal ferry tanpa alas kaki. Sepanjang perjalanan ke Helsinki kita menghabiskan waktu brainstorming kalimat-kalimat yang tepat untuk digunakan untuk pesan promosi Blaast ke calon pengguna.

Sampai di Helsinki, kami langsung kembali ke hotel untuk istirahat selama beberapa jam sambil menunggu makan malam. Mungkin itu yang bisa saya ceritakan untuk hari ke-4. Selanjutnya saya akan bercerita tentang kunjungan kita ke Aalto University dengan Design Factory-nya dan Venture Garage, basecamp Startup Sauna yang kita temui di Tallin Estonia.