Hari ketiga di #EuroTrip bersama @BlaastDevID kita berangkat ke Tallin, Estonia. Menggunakan kapal ferry dari Helsinki, kita meninggalkan hotel sekitar pukul 6.30 karena kapal berangkat pukul 7. Waktu yang sangat mepet membuat kita berlari-lari untuk memastikan kita tidak ketinggalan kapal.

Perjalanan cuma memakan waktu kurang lebih dua setengah jam. Sesampai di Tallin, Estonia kita merasakan suasana yang sedikit berbeda dengan di Helsinki. Kotanya tampak lebih familiar karena Helsinki menurut kami terlalu teratur dan rapi. Mungkin bisa dibilang masih mirip-mirip dengan Bandung tapi tentu dengan arsitektur yang berbeda.
Dari pelabuhan, kita langsung menuju ke event Startup Sauna, salah satu startup accelerator program khusus untuk negara Eropa Utara. Acara diadakan di Garage 48, sebuah Hackerspace di Tallin. Disana kita melihat beberapa startup dari seputar Eropa Utara melakukan pitching lalu setelah itu mereka dimentor oleh beberapa coach yang memang tampak berpengalaman.

Kita tidak mengikuti event Startup Sauna hingga selesai karena keterbatasan waktu. Dari event itu, kita ke tempat bermain laser tag. Dan bermain selama 3 game. Akhirnya bisa mendapat keringat juga selama di Eropa Utara yang suhunya berkisar 0-5 derajat celcius selama kita berada disana hingga hari itu. Setelah bermain selama kurang lebih 2 jam, kita menuju ke hotel untuk istirahat dan bersiap-siap bertemu dengan salah satu Founder Engineer Skype, Ahti Heinla.
Sekitar pukul 6 sore kita meninggalkan hotel menuju kantor Ahti, Founder Engineer Skype. Sekarang dia tidak lagi bekerja untuk Skype, tapi memiliki sebuah perusahaan yang mungkin bisa dibilang sebuah venture capital. Kita menunggu sekitar 15 menit didepan kantor hingga Ahti sendiri datang menyapa kita dan mengajak kita naik ke kantornya.

Waktu yang sangat singkat kita manfaatkan untuk langsung berkenalan. Dibuka oleh perkenalan dari kami, lalu dari Ahti. Dia bercerita sejarah bagaimana dia memulai programming dari umur 10 tahun, lalu awalnya lebih banyak berkecimpung di game development, hingga akhirnya mengembangkan Skype.
Skype sendiri sebenarnya tujuan awalnya adalah ingin membuat aplikasi peer to peer via wireless network. Nama awalnya sebenarnya adalah Sky Peer. Tapi karena domain skypeer.com sudah tidak tersedia, akhirnya mereka memotong er dibelakang menjadi Skype hingga sekarang. Ini cerita yang banyak orang tidak tahu, dan menjadi kesempatan luar biasa bisa mendengar cerita ini langsung dari orang yang mengembangkan Skype.
Setelah Ahti selesai bercerita sejarah Skype, kita diberi kesempatan untuk bertanya. Pertanyaan seputar bagaimana proses pengembangan Skype, product development, hingga usability testing pada Skype dilayangkan anak-anak @BlaastDevID kepada Ahti. Pengalaman dan ilmu yang sangat berharga kita dapatnya dari founder engineer Skype ini.
Selesai bertatap muka dan diskusi singkat dengan Ahti, akhirnya kita pulang dan makan malam di salah satu restauran Yunani di tengah kota tua yang dikelilingi benteng di pusat kota Tallin. Beres makan malam, kita berjalan kaki menyusuri kota tua dan tercengang dengan arsitektur tua yang masih dipertahankan di area tersebut. Kota tua tersebut sangat mencerminkan arsitektur Eropa, ditambah dengan sinar lampu makin membuat kota tua tersebut indah untuk dinikmati di malam hari.

Jalan kaki selama hampir 30 menit tidak terasa karena keindahan kota tua dimalam yang sedang bulan purnama. Justru waktu berjalan kaki lebih lama dari seharusnya karena sepanjang jalan teman-teman sibuk berfoto-foto termasuk saya. Sepanjang jalan, toko-toko sudah tutup, yang tersisa adalah cafe dan bar yang sibuk mengundang pengunjung untuk mampir. Menurut informasi yang saya dapat, Estonia menjadi tempat untuk berlibur bagi orang-orang Helsinki karena hiburan malam yang cukup banyak, minuman alkohol yang lebih murah, dan aturan yang tidak seketat di Helsinki.
Sampai dihotel, kita langsung beristirahat karena besok pagi ingin berkeliling kota tua lagi untuk membeli beberapa cindramata. Harus pagi karena kita akan kembali ke Helsinki pukul 11 siang. Saya sendiri sesampai dikamar, cuma mengecek beberapa email dan Twitter lalu langsung tidur.
Tulisan berikutnya akan bercerita tentang hari kedua dan terakhir di Tallin, bagaimana kita berkeliling kota Tua dan berakhir kembali ke hotel dengan hujan yang lumayan membasahi baju dan sepatu kami.