August 2010
7 posts
Pengguna internet past sekarang tidak lepas dari social media. Entah itu menggunakan Facebook, Twitter atau social media lainnya. Kenapa teknologi ini begitu booming? Kalau menurut saya, kekuatannya adalah menghubungkan kita dengan orang-orang dan memberikan akses untuk berbagi informasi.
Penghubung, fungsi pertama yang menjadi kekuatan social media. Berapa banyak dari teman-teman yang ingin berkenalan dengan idolanya? Atau ingin tetap terhubung dengan teman-temannya. Atau bahkan mendapatkan pasangan hidup. Semua itu saat ini sudah dimudahkan dengan adanya social media. Itulah sisi baiknya.
Tapi sisi buruk penghubung? Ada berapa korban facebook yang diculik, diperkosa, atau dibunuh oleh orang tidak dikenal yang cuma tahu dari facebook? Sepertinya hal ini mulai menjadi ketakutan tersendiri bagi orang tua, terutama yang punya anak perempuan. Perkenalan dengan laki-laki tampan yang tidak diketahui latar belakangnya sepertinya membutakan para perempuan muda dan menjadi mudah tergoda dan dibawa pergi.
Berbagi informasi merupakan fungsi kedua yang menurut saya lebih saya senangi ketimbang fungsi pertama sebagai penghubung. Kenapa? Saya mengikuti orang-orang yang saya tahu lewat Twitter karena mereka membagikan informasi yang saya butuhkan. Informasi yang menurut saya menarik. Saya tidak mengikuti kalian karena ingin mendengarkan curhatan kalian. Ayolah, curhatlah pada tempatnya. Jangan di social media yang saya gemari.
Curhat di social media kebanyakan adalah mengharapkan komentar dari teman-temannya. Atau sebenarnya ingin menyampaikan pesan kepada seseorang tapi tidak bisa menyampaikannya langsung. Akhirnya di posting di social media dan berharap yang dimaksud bisa membacanya. Jadi ada berapa orang yang sebenarnya dituju untuk pesan itu? Kecil, jauh lebih kecil dari yang pengikut atau teman anda di sosial media. Dan anda mau mengirimkan spam kepada teman-teman anda itu? Ayolah, teman anda tidak semuanya ingin mendengarkan hal itu. Mungkin mereka punya masalah yang lebih berat, dan ditambah dengan curhatan anda sepertinya anda malah memperburuk keadaan. Kalau anda peduli dengan teman dan follower anda maka pasti anda akan berbagi hal yang menarik untuk mereka, bukan keluh kesah anda.
Bukankah social media tidak ada aturannya, terus kemana keluh kesan saya disalurkan? Anda bisa mencari tempat yang lebih tepat. Misalnya, bikin group dengan teman-teman khusus untuk curhat. Selain lebih private, mereka yang bergabung dengan anda adalah orang-orang yang siap membantu anda. Bukan menghina dan mencaci maki anda karena anda mengirimkan spam ke mereka. Trust me, share your problem directly to human will help you.
Beberapa orang menulis di account mereka kalau tidak suka ya unfollow, this is my account so I can write what ever I want. Okay, anda benar. Tapi apa anda yakin kalau follower anda 0 alias tidak ada yang membaca timeline anda maka account itu punya arti? Atau mungkin mau berteman dengan orang-orang yang senang dengan status-status anda? You will pick your own answer.
Use your social media account wisely, because the power of social media is in human’s hand, not the tools.