Kenapa harus iPhone?

Iseng bikin list alasan kenapa saya lebih memilih iPhone ketimbang handphone lainnya. Sebenarnya sih buat ngomporin Intan yang tampaknya mau pindah agama dari Blackberry-nya. Nah mudah-mudahan tulisan ini ngasih jawaban kenapa harus iPhone?

Sebenarnya pilihan untuk pindah dari Blackberry saat ini adalah iPhone dan Android. Tapi Lumia yang merupakan kolaborasi Nokia dan Microsoft juga sempat mencuri hati beberapa pengguna gadget di Indonesia. Tapi karena kemunculannya yang masih sangat baru kayaknya Lumia belum bisa menjadi pilihan untuk handphone utama berhubung keterbatasannya dengan pilihan aplikasi yang terbatas sebagai platform yang masih sangat baru.

Nah, kenapa harus iPhone? Saya bukanlah fanboy, dan karena saya adalah programmer maka opini ini adalah opini yang logis bukan alasan yang bersifat subjektif. Dan mungkin list ini bisa ngasih jawaban atas kebingungan kalian menjatuhkan pilihan:

Better experiences
Tidak ada yang bisa ngasih kemudahan dan kenyamanan yang lebih baik dari iOS platform. Dengan sentralisasi app market dan kurator aplikasi yang cukup ketat membuat pengguna dengan mudah mencari aplikasi yang dibutuhkan dan terhindar dari installasi aplikasi jahat seperti virus dan semacamnya. Selain itu kemudahan update OS secara otomatis via internet juga membantu pengguna untuk keep update dengan fitur baru di iPhone.

Belum lagi ditambah dengan user interface yang sederhana dan mudah dipelajari. Bahkan anak kecil pun dengan mudah bisa membeli game dari iOS app store karena mudahnya aplikasi di iOS digunakan.

Update:
Andri juga mengkonfirmasi tentang kemudahan UI di status Twitter-nya bahwa kata wartawan Forbes anak 3 tahun dikasih iPad udah bisa beli games sendiri.

More apps than other platofrm
Bukan rahasia kalau iOS app store memiliki pilihan aplikasi terbanyak dibanding platform lainnya. Bahkan hampir sebagian besar aplikasi mobile yang populer di dunia merilis pertama kali aplikasinya di iOS platform. Bahkan beberapa diantaranya belum dirilis di platform lain. Sebut saja instagram yang menjadi icon mobile fotografi saat ini. Bahkan aplikasi semacam Flipboard yang awalnya dirilis di iPad menginspirasi pengembang lainnya untuk untuk membuat aplikasi serupa di platform lainnya, misalnya Pulse.

Dan tidak ada segmentasi aplikasi di iOS. Karena iOS tidak memiliki beragam spesifikasi seperti Android. Di Android ada beberapa aplikasi yang ga optimal jalan di handset tertentu karena perbedaan ukuran layar atau spesifikasi lainnya. Bahkan aplikasi iPhone pun bisa jalan di iPad tapi tentu dengan tampilan yang tidak optimal untuk ukuran tablet.

Bahkan aplikasi di iOS terkadang lebih menghubungkan sesama pengguna iOS. Misalnya aplikasi find my friends yang kita bisa tau dimana teman kita berada tanpa harus bertanya. iMessage yang terintegrasi dengan baik dimana aplikasi bisa mengirim message via internet tanpa biaya kalau penggunanya adalah sesama iOS 5 dan sudah mengaktifkan fitur iMessage. Atau bermain game bareng dengan Game Center. Dan beberapa aplikasi yang memang cuma ada di iPhone.

Extend your gadget functions
Dengan bentuk yang lebih standard iPhone punya accessories yang lebih banyak dibanding gadget lainnya. Bahkan kita bisa menggunakan iPhone diluar yang kita bisa bayangkan sebelumnya karena accesories yang unik. Kita bisa menggunakan iPhone untuk serious photography dengan pilihan extra lens misalnya tele, wide, atau bahkan fish eye lens seperti dari Photojojo. Atau untuk para diver bisa merekam under water video dengan accessories dari H2OAudio.

Smartphone that ON for entire day
Saya melihat cuma sedikit smartphone yang bisa tahan digunakan selama sehari penuh tanpa kehabisan batterai dan salah satunya adalah iPhone. Makanya saya jarang bawa charger kecuali misalnya keluar kota. Hal ini memungkinkan karena cuma iOS yang menghandle multitasking apps in the right way di platform mobile.

Mungkin itu sih beberapa alasan kenapa saya memilih iPhone dan juga kenapa kamu juga sebaiknya memilih iPhone untuk saat ini. Mungkin di akan datang akan ada platform yang lebih baik tapi untuk saat ini bisa dibilang iPhone lebih baik dibanding smartphone lainnya.

Don’t mix a phone with a tablet

Dan buat kalian yang berpikiran untuk menggunakan gadget campuran seperti Galaxy Note yang bisa dibilang tablet atau smartphone sebaiknya jangan. Kenapa karena gabungan keduanya membuat fungsinya jadi tidak maksimal dan suatu saat kalian pasti berpikiran untuk memisahkan keduanya. Beberapa pertanyaan yang mungkin kalian bisa jawab adalah apa nyaman ukuran sebesar Galaxy Note nempel dimuka dalam waktu lama untuk telp? Atau apa nyaman membaca artikel panjang , emag, atau ebook di layar yang lumayan kecil? Percayalah, pasti kalian ga akan nyaman dengan fungsi yang ga maksimal itu.

Ya mungkin itu opini pribadi saya yang mungkin bisa ngebantu kalian memilih gadget yang tepat buat kalian bukan buat saya. :)

All good things are goes to who wait - Rapunzel’s Mother

It’s christmas… Tukeran kado yuk!

Sebenarnya pengen ngajak teman-teman dari Jakarta juga terutama dari Skypeunite, cuma berhubung dadakan jadi mungkin dengan teman-teman di Bandung aja. Nah buat yang nemu post ini dari Twitter atau siapapun yang baca ini bisa ikutan tukeran kado Natal. Nah biar gampang caranya seperti ini:

  1. Beli kado yang kalian pengen kasih ke teman kalian tapi jangan lebih dari Rp 100.000,-. Ya kisaran 30.000 - 100.000 lah.
  2. Bungkus kado, ga perlu kertas kado, yang penting dibungkus.
  3. Bawa kado tapi jangan ditunjukin sampai ada instruksi berikutnya.
  4. Datang ke Tokyo Connection jam 7 malam hari ini 19 Dec 2011.
  5. Dan mari kita tukeran kado. 

Kalau nemu post ini yang pertama tolong confirm by mention saya di twitter @tyohan biar bisa tau berapa orang yang bakal datang. :)

A message from Nokia to save energy. Nice feature! (Taken with instagram)

A message from Nokia to save energy. Nice feature! (Taken with instagram)

Creativity is not inspired by the pressure of time, but by freedom, the playfulness and the fun.

gueamu:

Creativity vs Deadlines

(Source: youtube.com)

#Day 4: Tallin Old City, The European Capital of Culture

Hari keempat dari #eurotrip dan juga hari terakhir di Tallin, Estonia kami habiskan berkeliling kota tua Estonia dipagi hari. Karena ferry yang akan membawa kami kembali ke Helsinki akan berangkat jam 11 siang maka jam 8.30 pagi setelah sarapan kita langsung meninggalkan hotel menuju kota tua.

Kota tua ini sebenarnya malam sebelumnya sudah kami lewati sepulang makan malam di Greek restaurant. Tapi kami ingin mencoba menikmati kota tua Tallin pada saat terang. Berjalan kaki dari hotel cuma memakan waktu 15 menit untuk sampai di kota tua. Sesampai dikota tua, ternyata toko-toko sebagian besar masih tutup. kami memutuskan berkeliling sambil mengambil foto-foto jalan dan gedung di kota tua itu.

Kota tua Tallin memang sangat terasa Eropa-nya. Karena arsitektur gedung yang masih dipertahankan dan juga jalan-jalan yang masih menggunakan blok-blok beton. Suasana kota di pagi hari yang sepi juga menambah suasana di kota itu tampak sangat nyaman. Jalan-jalan yang bersih dan masih bagus membuat betah kami untuk menelusuri jalan-jalan yang membelah kota tua. Sangat kontras bila dibandingkan dengan jalan Braga di Bandung yang jalannya juga dari blok-blok beton dan gedung-gedung Belanda yang beberapa masih bertahan. Di Braga, jalanannya sudah rusak dan bolong-bolong. Belum lagi beberapa sampah yang kadang mudah kita jumpai di pinggir jalan atau trotoar jalan Braga.

Kami melewati town square yang semalam kami lewati juga. Suasana berbeda pada saat terang namun tampaknya lebih menarik di malam hari. Kami tidak bisa berlama-lama menikmati suatu spot di kota tua karena waktu yang terbatas. Kami pun berpindah dari spot satu ke spot yang lain sambil mengambil beberapa foto gedung dan bangunan sepanjang jalan yang kita lewati.

Akhirnya mendekati jalan keluar kota tua, kami menemukan toko souvenir yang baru buka. Kami langsung masuk dan memilih beberapa souvenir untuk oleh-oleh. Harganya lumayan mahal karena lokasinya di dalam toko tua yang memang menjadi pusat kunjungan para turis.

Selesai berbelanja souvenir ternyata hujan mulai turun. Akhirnya hanya menggunakan jaket, kami berjalan menuju pasar yang katanya banyak menjual barang-barang lokal. Lokasi pasar ini berada di dekat stasiun kereta. Sesampai kita di stasiun kereta ternyata hujan makin deras. Dan melihat kondisi tersebut dan waktu yang sangat mepet, maka kami memutuskan untuk segera kembali ke hotel.

Sambil berjalan kaki ternyata hujan makin deras. Ditengah suhu udara yang sangat dingin berkisar 5-10 derajat celcius, kami berjalan dibawah hujan. Sepatu saya pun mulai basah dan mulai merasakan dingin menjalar di jari-jari kaki. Akhirnya perjalanan dibawah hujan sekitar 20 menit berakhir di hotel. Sepatu dan kaos kaki saya basah dan celakanya saya tidak membawa sepatu ataupun kaoskaki cadangan ke Tallin. Akhirnya sepatu tetap saya gunakan walaupun basah pada saat naik ke ferry yang akan membawa kita pulang ke Helsinki.

Selama perjalanan di ferry ke Helsinki, saya melepas kaos kaki dan sepatu. Dan berjalan-jalan di kapal ferry tanpa alas kaki. Sepanjang perjalanan ke Helsinki kita menghabiskan waktu brainstorming kalimat-kalimat yang tepat untuk digunakan untuk pesan promosi Blaast ke calon pengguna.

Sampai di Helsinki, kami langsung kembali ke hotel untuk istirahat selama beberapa jam sambil menunggu makan malam. Mungkin itu yang bisa saya ceritakan untuk hari ke-4. Selanjutnya saya akan bercerita tentang kunjungan kita ke Aalto University dengan Design Factory-nya dan Venture Garage, basecamp Startup Sauna yang kita temui di Tallin Estonia.

#Day 3: Tallin Estonia, Startup Sauna Event and Meet with Skype Founder Engineer

Hari ketiga di #EuroTrip bersama @BlaastDevID kita berangkat ke Tallin, Estonia. Menggunakan kapal ferry dari Helsinki, kita meninggalkan hotel sekitar pukul 6.30 karena kapal berangkat pukul 7. Waktu yang sangat mepet membuat kita berlari-lari untuk memastikan kita tidak ketinggalan kapal.

Perjalanan cuma memakan waktu kurang lebih dua setengah jam. Sesampai di Tallin, Estonia kita merasakan suasana yang sedikit berbeda dengan di Helsinki. Kotanya tampak lebih familiar karena Helsinki menurut kami terlalu teratur dan rapi. Mungkin bisa dibilang masih mirip-mirip dengan Bandung tapi tentu dengan arsitektur yang berbeda.

Dari pelabuhan, kita langsung menuju ke event Startup Sauna, salah satu startup accelerator program khusus untuk negara Eropa Utara. Acara diadakan di Garage 48, sebuah Hackerspace di Tallin. Disana kita melihat beberapa startup dari seputar Eropa Utara melakukan pitching lalu setelah itu mereka dimentor oleh beberapa coach yang memang tampak berpengalaman.

Kita tidak mengikuti event Startup Sauna hingga selesai karena keterbatasan waktu. Dari event itu, kita ke tempat bermain laser tag. Dan bermain selama 3 game. Akhirnya bisa mendapat keringat juga selama di Eropa Utara yang suhunya berkisar 0-5 derajat celcius selama kita berada disana hingga hari itu. Setelah bermain selama kurang lebih 2 jam, kita menuju ke hotel untuk istirahat dan bersiap-siap bertemu dengan salah satu Founder Engineer Skype, Ahti Heinla.

Sekitar pukul 6 sore kita meninggalkan hotel menuju kantor Ahti, Founder Engineer Skype. Sekarang dia tidak lagi bekerja untuk Skype, tapi memiliki sebuah perusahaan yang mungkin bisa dibilang sebuah venture capital. Kita menunggu sekitar 15 menit didepan kantor hingga Ahti sendiri datang menyapa kita dan mengajak kita naik ke kantornya.

Waktu yang sangat singkat kita manfaatkan untuk langsung berkenalan. Dibuka oleh perkenalan dari kami, lalu dari Ahti. Dia bercerita sejarah bagaimana dia memulai programming dari umur 10 tahun, lalu awalnya lebih banyak berkecimpung di game development, hingga akhirnya mengembangkan Skype.

Skype sendiri sebenarnya tujuan awalnya adalah ingin membuat aplikasi peer to peer via wireless network. Nama awalnya sebenarnya adalah Sky Peer. Tapi karena domain skypeer.com sudah tidak tersedia, akhirnya mereka memotong er dibelakang menjadi Skype hingga sekarang. Ini cerita yang banyak orang tidak tahu, dan menjadi kesempatan luar biasa bisa mendengar cerita ini langsung dari orang yang mengembangkan Skype.

Setelah Ahti selesai bercerita sejarah Skype, kita diberi kesempatan untuk bertanya. Pertanyaan seputar bagaimana proses pengembangan Skype, product development, hingga usability testing pada Skype dilayangkan anak-anak @BlaastDevID kepada Ahti. Pengalaman dan ilmu yang sangat berharga kita dapatnya dari founder engineer Skype ini.

Selesai bertatap muka dan diskusi singkat dengan Ahti, akhirnya kita pulang dan makan malam di salah satu restauran Yunani di tengah kota tua yang dikelilingi benteng di pusat kota Tallin. Beres makan malam, kita berjalan kaki menyusuri kota tua dan tercengang dengan arsitektur tua yang masih dipertahankan di area tersebut. Kota tua tersebut sangat mencerminkan arsitektur Eropa, ditambah dengan sinar lampu makin membuat kota tua tersebut indah untuk dinikmati di malam hari.

Jalan kaki selama hampir 30 menit tidak terasa karena keindahan kota tua dimalam yang sedang bulan purnama. Justru waktu berjalan kaki lebih lama dari seharusnya karena sepanjang jalan teman-teman sibuk berfoto-foto termasuk saya. Sepanjang jalan, toko-toko sudah tutup, yang tersisa adalah cafe dan bar yang sibuk mengundang pengunjung untuk mampir. Menurut informasi yang saya dapat, Estonia menjadi tempat untuk berlibur bagi orang-orang Helsinki karena hiburan malam yang cukup banyak, minuman alkohol yang lebih murah, dan aturan yang tidak seketat di Helsinki.

Sampai dihotel, kita langsung beristirahat karena besok pagi ingin berkeliling kota tua lagi untuk membeli beberapa cindramata. Harus pagi karena kita akan kembali ke Helsinki pukul 11 siang. Saya sendiri sesampai dikamar, cuma mengecek beberapa email dan Twitter lalu langsung tidur.

Tulisan berikutnya akan bercerita tentang hari kedua dan terakhir di Tallin, bagaimana kita berkeliling kota Tua dan berakhir kembali ke hotel dengan hujan yang lumayan membasahi baju dan sepatu kami.

#Day 2: Blaast & Design Tour

Hari kedua di Helsinki lebih banyak dihabiskan di kantor Blaast. Dimulai dengan sarapan bersama di sebuah restaurant dekat hotel kita menginap. Hampir semua orang Blaast hadir dan berkenalan dengan teman-teman @BlaastDevID. Sambil menikmati sarapan, kita berbincang seputar event-event Blaast di Indonesia dan rencana selama di Helsinki.

Setelah sarapan, kita semua ke kantor Blaast untuk tour kantor Blaast dan berdiskusi seputar rencana Blaast ke depan. Hari ini memang difokuskan untuk lebih mengakrabkan teman-teman @BlaastDevID dengan team Blaast. Kita menempati ruangan refreshing yang ada XBox, hasilnya Street Fighter dan Guitar Hero langsung dimainkan secara bergantian.

Setelah beberapa pekerjaan dan diskusi selesai di kantor Blaast, Ollie Head of Design dari Blaast mengajak kita untuk keliling kota Helsinki. Tapi sesuai backgroundnya, kali ini kita melakukan tour ke tempat-tempat yang berkaitan dengan design. Dimulai dari design factory, toko yang menjual barang-barang dengan design yang unik. Lokasi design factory cuma beberapa meter dari kantor Blaast. Tour berakhir di Finland Talo yaitu sebuah gedung yang baru selesai yang biasanya digunakan untuk konser musik orchestra.

Selesai tour bersama Ollie, kita segera kembali ke kantor Blaast karena hujan semakin deras. Dan sebelum makan malam kita menghabiskan sore itu dengan bermain XBox lagi sebelum makan malam ditemani Martti.

Hari kedua memang kurang banyak cerita karena kita lebih banyak menghabiskan waktu di kantor Blaast untuk diskusi dengan team Blaast. Tapi berikutnya, di hari ketiga cerita perjalanan kita ke Tallin, Estonia akan lebih seru.





Eurotrip - Blaast 2011, a set on Flickr.
#Eurotrip of #Blaast

IMG_0421

IMG_0446

IMG_0453

IMG_0455

Eurotrip - Blaast 2011, a set on Flickr.

#Eurotrip of #Blaast

1 2 3 4 5